Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah dengan Sistem DFT yang Mudah Dipraktekkan

Goodplant – Keuntungan utama hidroponik adalah tidak memakan banyak tempat. Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT pun sama.  Malah termasuk sangat hemat lahan karena penyangga tanaman bisa disusun seperti tangga.

Penanaman hidroponik dengan teknik ini bisa dilakukan dengan mudah. Cocok untuk Anda yang baru mau mencoba. Bahannya pun tidak sulit ditemukan.

Table of Contents

    Dalam satu rangkaian DFT, Anda bisa menempatkan beberapa tanaman daun. Diantaranya bayam, kangkung, selada, kemangi, sawi, pakcoy, dll. Intinya, dalam serangkaian penyangga, Anda bisa menanam banyak sayuran dengan masa panen cukup cepat.

    Apa Itu DFT?

    Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah dengan Sistem DFT || Goodplant

    Sebelum memulai, tentunya Anda harus mengetahui apa itu Sistem DFT dan bagaimana caranya. Setelah itu, Anda baru bisa mencobanya.

    Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT atau Deep Flow Technique adalah penanaman hidroponik di air dangkal. Asalkan air dan nutrisi tetap menggenang, tumbuhan tetap bisa bertahan. Anda tidak perlu terus menghidupkan pompa air.

    Anda tidak perlu khawatir jika aliran listrik padam karena kedalaman air nutrisi sekitar 4-6 cm. Pasokan air nutrisi masih tersedia dan tanaman tidak layu.

    Waktu menyalakan pompa bisa Anda jadwalkan. Fungsinya untuk membuat air nutrisi bersirkulasi dengan baik.

    Cara Bertanam Hidroponik Sistem DFT

    Pengertian, Kelebihan, Kekurangan Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow  Technique) - YouTube

    Hidroponik sistem DFT cukup sederhana. Silahkan simak apa saja yang perlu disiapkan berikut caranya.

    Membuat Instalasi

    Berbagai alat berikut bahan yang dipakai untuk membuat rangka atau instalasi hidroponik.

    • Kayu dengan ukuran 4 cm dan 3 cm
    • Selang air
    • 3 batang pipa PVC ukuran 3 inci
    • Pipa ukuran 2 inci
    • 5 overloop atau sambungan pipa PVC paralon dengan ukuran 3 inci ke 2  inci
    • 5  sambungan paralon 2 inch berbentuk L
    • 1 sambungan paralon 3 inchi berbentuk L
    • Wadah air nutrisi
    • Pompa air
    • Hand Bor untuk melubangi pipa
    • Gergaji
    • Paku dan palu

    Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT selanjutnya adalah merangkai instalasi. Berikut cara-caranya:

    1. Buat rak penyangga talang atau pipa dengan kayu. Pastikan rak kuat menahan bobot air nantinya.
    2. Lubangi pipa sesuai ukuran netpot yang akan Anda gunakan. Jarak lubang selebar 10 cm.
    3. Susun  pipa yang sudah diberi lubang pada rak kayu. Lubang pipa harus berada di atas dalam posisi datar agar air nutrisi tersebar merata.
    4. Rakit pipa dengan penyambung dan overloop. Pastikan tidak ada kebocoran agar air nutrisi tidak terbuang.
    5. Hubungkan pipa atas dan bawah dengan pipa ukuran 2 inci. Panjangnya sekitar 30 cm untuk jarak pipa satu dan lainnya.
    6. Pasang pompa dengan selang untuk menyalurkan air nutrisi dari wadah ke talang atau pipa. Setelah itu air akan kembali ke wadah dan begitu seterusnya.

    Menanam Hidroponik

    Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT selanjutnya tidak jauh berbeda dengan lainnya. Untuk lebih jelasnya mari simak detail bawah ini.

    Sediakan bahan berikut:

    • Rockwool
    • Benih (bayam, selada, pakcoy, dan atau lainnya)
    • Net pot
    • Nutrisi
    • Kain flanel

    Langkah-langkah menanam:

    1. Sortir Benih dengan merendam biji selama satu jam. Pilih benih yang tenggelam saja. Anda bisa menanam beberapa jenis benih dalam satu instalasi.
    2. Potong rockwool dengan ukuran yang sesuai untuk net pot.
    3. Lubangi rockwool dengan menusuknya dan masukkan benih ke dalamnya.
    4. Susun rockwool berisi benih di nampan. Tempatkan nampan di area yang terlindung dari sinar matahari langsung.
    5. Beri nutrisi secukupnya.

    Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT selanjutnya adalah memindahkan benih. Umumnya benih akan tumbuh dalam 7 hingga 10 hari. Perkenalkan pada sinar matahari secara perlahan. Jangan di tempat terik.

    1. Beri sumbu flanel pada lubang di bawah net pot agar nutrisi bisa terserap maksimal.
    2. Pindahkan benih yang sudah menumbuhkan daun sejati ke dalam net pot beserta rockwool yang menempel.
    3. Tempatkan net pot di instalasi DFT yang sudah dirakit dan diisi cairan nutrisi.
    4. Jangan lupa menghidupkan pompa air secara teratur. Anda bisa menghidupkannya pagi atau sore. Atau buat timer untuk menghidupkan pompa secara otomatis.

    Kelebihan dan Kekurangan Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah dengan Sistem DFT

    Deep Floating System - Maan Biobased Products B.V.

    Dalam setiap sistem hidroponik, selalu ada kelebihan dan kekurangan. Dalam sistem DFT pun sama beberapa di antaranya bisa Anda simak di bawah ini.

    Kelebihan Hidroponik Sistem DTF

    Selain mengenal cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT, Anda perlu mengenal kelebihannya. Dengan begitu, Anda bisa semakin mantap untuk memulainya.

    Hemat Listrik

    Dengan sistem ini, pompa air tidak harus terus menyala selama 24 jam. Anda bisa mengatur jadwal peredaran air nutrisi, bisa pada pagi atau sore hari. Bisa juga terus mengalir selama 24 jam.

    Tanaman Tidak Layu Saat Listrik Padam

    Penggunaan pipa yang dapat menampung air cukup banyak sangat menguntungkan. Saat listrik padam, tanaman masih memiliki pasokan air nutrisi di pipa. Dengan begitu, tanaman tidak layu dan mati.

    Sistem ini sangat cocok untuk Anda yang berada di daerah yang sering mengalami gangguan aliran listrik.

    Hal ini juga yang menjadi pembeda cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT dan NFT. Pada sistem NFT, tanaman akan layu atau mati jika listrik padam. Kerugian akan sangat besar jika penanaman dilakukan dengan skala besar.

    Pertumbuhan Lebih Cepat

    Pada sistem ini, nutrisi lebih banyak tersedia, sehingga tanaman lebih cepat tumbuh. Hal ini tentu berimbas juga pada masa panen yang lebih cepat dan serempak

    Kekurangan Hidroponik Sistem DFT

    Kita telah memaparkan kelebihan sistem ini di atas. Kekurangannya tak kalah penting untuk Anda ketahui.

    Dengan mengetahui kelemahan atau kekurangan, Anda bisa menyiasatinya. Kekurangan sistem ini bisa Anda simak di bawah ini.

    Mudah Terkena Penyakit Tanaman

    Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT aliran airnya tertutup rapat. Hal ini membuat air nutrisi menjadi tidak segar dan lembab.

    Suhu yang lembab dan hangat membuat jamur mudah berkembang biak. Jamur ini akan menempel di akar tanaman dan merusaknya. Jika dibiarkan, tanaman akan membusuk, lalu mati.

    Sistem DFT menggunakan satu rangkaian instalasi. Sumber nutrisi  pun mengalir dari wadah yang sama. Kebusukan biasanya akan menyebar dengan cepat.

    Anda harus segera memberikan pembasmi hama jika mulai tampak jamur pada akar tanaman.

    Tanaman Bisa Busuk

    Risiko busuk pada tanaman cukup besar. Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT ini menggunakan air dalam jumlah banyak. Jika jumlah air di pipa terlalu banyak, kebusukan pun bisa terjadi.

    Anggaran Cukup Besar

    Dalam hidroponik sistem DTF memakai serangkaian instalasi. Pipa penyangga tanaman dalam instalasi menyimpan air nutrisi. Hal ini menunjukkan banyaknya nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi stok air dalam pipa.

    Semakin banyak pipa tanaman, semakin banyak pula kebutuhan air nutrisi yang harus dipenuhi.

    Itulah cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT yang bisa Anda praktekkan. Ingin mendapatkan alat dan kebutuhan bertanam hidroponik, Anda juga bisa mendapatkannya secara lengkap dengan mengunjungi Store Goodplant. Semoga bermanfaat.

    Default image
    Lyla GOODPLANT
    Articles: 14

    Leave a Reply

    CV GOODPLANT Indonesia

    Jl Kadisoka Gg Nanas 5 No 21 Kadisoka, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta

    Jam kerja Senin-Sabtu 08.00-16.00

    0822 2727 3232

    HOME
    STORE
    ECOURSE
    AKUN